FAVOURITE ALBUM 2016


cover 2016 album

Our Favourite Albums in 2016

Kali ini kami akan berbagi beberapa album kesukaan kami di tahun 2016, dari Meshuggah yang agresif hingga Mondo Gascaro yang mendayu-dayu, dari Rajasinga yang beringas sampai Frank Ocean yang mendayu, inilah list selengkapnya:

 

absolute power

ABSOLUTE POWER – ABSOLUTE POWER
Berisi 16 lagu yang cepat, ganas dan sarat dengan amukan. Versi lebih berat dari band-band rilisan Youth Attack lainnya, tetapi tetap dengan riff-riff gitar old-schhol hardcore yang kental namun dengan aransemen yang lebih kotor, sangat cocok dengan kondisi Indonesia akhir-akhir tahun ini yang memang cukup memuakan. Make Hardcore simple again! 😉 (Vidi)

rajasinga

RAJASINGA “III”
Unit grindcore yg satu ini tau caranya berhura – hura dengan musik keras. (Abah)

 

neurosis

NEUROSIS  “FIRES WITHIN FIRES”
Tepat ditahun 2016 ini mereka merayakan 30 tahun eksistensi dengan mengeluarkan album dengan nuansa paling gloomy dengan song list paling sedikit, hanya 5 lagu saja. Deep and heavy as always, no one can do it except Neurosis. Neurosis forever, forever Neurosis! (Dinar)

mondo gascoro

MONDO GASCARO “RAJAKELANA”
Pembuktian manis dari eks- personil SORE, menikmati perjalanan hidup dalam sisi masing2 pendengar membawa kita pada pengalaman manis yg membekas. (Abah)

 

diiv

DIIV  “IS THE IS ARE

Dopamine jadi single pertama yang dilempar ke publik sebelum rilisnya album ini di pasaran. Saking penasarannya, saya sempat mati-matian nyisihin uang lebih buat dateng ke event festival di negeri tetangga. Sialnya si Zachary tiba-tiba nge-cancel manggung sehari sebelum festival digelar. Agak sebel sih emang, tapi ya emang saya akuin dia jago bikin “gimmick” jadi saya anggap itu buat strategi mereka aja biar semakin keliatan “sok” ogah-ogahan. Februari 2016 hal itu terbayar dengan dirilisnya full album ini. Saya tau beberapa orang di kantor mungkin ngerasa agak geuleuh sih hehe kalo saya bilang Is There Is Are tuh gabungan sound gitar fuzz, reverb, delay ala Kim Gordon ditambah lirik-lirik desperatenya Kurt Cobain tapi pake balutan ambient nya Kevin Parker. Jadi mau segimana Zachary dihubung-hubungin sama band nya yang dulu Beach Fossils, kalo buat saya pribadi sih teuteup aja album ini tuh makin ngeliatin kalo Zachary nge fans berat sama Ciccone Gang. Jadi kayanya gak ada tuh istilah indie rock yang dibalut dream pop dan shoegaze yang kental, Zachary di album ini makin menegaskan kalo mereka mah grunge titik!. Grunge harga mati, mati satu tumbuh seribu. (Oki)

 

bon iver

BON IVER – “22 A MILLION”
Yang pertama bikin ngeuh dari album ini pertama kali adalah covernya. Layaknya milih film bokep di tautan streaming online, yang biasa saya cari adalah bagian thumbnailnya yang unusual. Lewat karya seniman Eric Timothy Carlson, Vernon rasanya ingin bener-bener mengejawantahkan isi albumnya di tampilan cover. Kalo pun misal saya baru pertama kali tau Bon iver di album 22 A Million saya pasti bakal teuteup suka layaknya pas beli kaset Slank yang album Tujuh yang menarik covernya meski lagunya mah ya gitu-gitu aja (eh bagus ketang, om bimbim jangan menagis om). Pas disuruh nulis alesan kenapa 22 A Million harus masuk best album 2016, saya lalu googling. Voila… hampir semua media juga nulis hal yang sama, coba deh dibaca pasti lebih menarik dari ulasan yang udah saya tulis di atas. (Oki)

 

sumac

SUMAC – WHAT ONE BECOMES
CRUSHING AS FUCK! Errrggggghhhhh! (Dinar)

 

meshuggah

MESSHUGGAH “THE VIOLENT SLEEP OF REASON”

Megahhhh.. satu kata itu yang bisa menggambarkan album ke 8 dari band extreme metal asal Swedia ini. Permainan gitar dari Fredrik Thordendal dan Marten Hagstrom dengan sound yang sangat “heavy”, jangan lupakan suara bass Dick Lovgren dan suara berat dari yang vokalis Jens Kidman dan ditambah suara drum dari Thomas Haake yang terdengar seperti mesin menambah alasan mengapa The Violent Sleep of Reason menjadi album terbaik di tahun 2016. (Manno)

 

frank ocean

FRANK OCEAN “BLONDE”

Debut album Channel Orange pada 2012 yang selalu menemani perjalanan saya dari Jakarta menuju bandung di akhir pekan, Frank Ocean sempat menghilang dari peredaran dimanapun. Malah sempet ada meme Finding Ocean yang itujukan untuk mencari penyanyi asal New Orlean ini, tapi tiba2 dia muncul dengan men-cover lagu Aaliyah “You Are Love”. Di pertengahan tahun 2016 ini Frank Ocean  mengumunmkan akan merilis album kembali dengan mengeluarkan sebuah website boysdontcry.co yang memajang majalah dengan ada waktu menghitung mundur pada waktu itu. Setelah mnunggu, akhirnya diluncurkanlah video visual album yang berjudul Endless. Sempet menyangka album barunya akan bertajuk Boy’s Don’t Cry atau Endless. Selang beberapa hari Frank Ocean meluncurkan album Blonde. Sebuah perkiraan yang sangat meleset. Frank Ocean berhasil kembali dengan caranya dan tentu saja karyanya sebanyak 17 track di album Blonde yang berhasil menjadi salah satu album terbaik di tahun 2016. (Manno)

 

death index

DEATH INDEX “DEATH INDEX”

Musik punk dihiasi suara mendawai dari Carson Cox ada di Death Index. Album ini rilis pada awal tahun 2016 dan menjadi debut album dari band yang berisikan Marco Rapisarda dan Carson Cox.  (Manno)

 

wormrot
WORMROT  “VOICES”
Dari Singapura, dua kali di rilis earache records. Voices adalah tentang kecepatan, berisik, dan chaotic. Tidak mendengar kabar mereka ini di medio 2014 – 2015. Di 2016 ini, mereka kembali memberikan album yang nampol. Walaupun tidak secepat gridlink, tapi agresinya lebih dari cukup buat nendang pantat untuk loncat ke moshpit. Lebih bulet dari era Dirge (2011), dan jauh lebih modern dari Abuse (2009) yang masih agak tradisional. Sound bersih, tapi masih lebih berisik dibanding Magrudergrind – II walaupun MG lebih harsh. Jujur awalnya saya bimbang memilih MG atau Wormrot untuk terbaik 2016 ini. Namun Voices menawarkansesuatu yang fresh, tidak mengulang apa yang sudah mereka lakukan di album sebelumnya : seperti kebanyakan band grind core yang ada. In Grind We Crust!!!  (Ajay)

 

gag

GAG – AMERICA’S GREATEST HITS
Bagaimana jika Poison Idea dan Darkthrone dijadikan satu, begitulah Gag – America’s Greatest Hits ketika pertama kali saya dengar, suara vokal echo kotor ala-ala darkthrone dangan struktur musik hardcore/punk yang tradisonal. Lirik absurd dan kritis yang sepertinya dipadu dengan sedikit humor-humor intern dengan efek reverb/echo yang menjadikan elemen vokal seperti bagian dari bunyi-bunyian instrumen lainnya, Sebenernya ini album keluar tahun 2015 akhir, gapapa lah \m/


Posted at : Mon, 23 January 2017
Category : Music, Review

Categories