ALBUM REVIEW: BENGHAZI – S/T


BENGHAZI

S/T

(Self Released/Dos Cabron, 2017)

Sedikit mungkin yang memperhatikan atau mengetahui akan kancah music independen di Jambi, walau bila mau menggali geliatnya cukup menarik dengan band yang muncul dan tumbuh di kota itu. Salah satunya adalah grup baru bernama Benghazi. Menamai grup nya dengan nama sebuah kota di Libya – negara yang juga masuk dalam gelombang revolusi Arab Spring – secara musikal Benghazi memainkan hardcore nan heavy  yang bersetubuh dengan thrash core dan elemen dari grindcore dan sludge core. Elemen ganas yang diramu apik dan diletupkan dalam mini album debut self titled dari Benghazi yang dirilis tahun 2017 lepas. Dengan total durasi sekitar sepuluh menit, salvo pembuka mini album inia dalah lagu “Post-Modern Life” – yang tanpa perlu saya berpanjangakan filsafat atau Derrida, Foucault atau Heidegger – adalah skeptisisme akan kehidupan dan realita semu yang tanpa esensi yang diawali dengan feedback dan merambat lamban sebelum meledak dengan agresi penuh berdurasi dua menit. Berdurasi kurang dari dua menit, “Anger” seperti judulnya adalah lagu penuh amarah yang menghunjam dengan intens dengan bagian akhir yang sludgy, mosh friendly song. Nomer favorit saya “Soul Suffer”, berkisahakan jiwa yang gamang dan derita deraan hasrat, nomer berat bertempo medium ini menarik karena di bagian akhir diisi oleh instrumentasi piano yang getir. Berdurasi tiga puluh sembilan detik, “Believe” adalah agresi maksimum pemecah moshpit yang singkat. Begitu singkatianya seolah dilanjutkan oleh lagu sesudahnya yaitu “Distractus” yang dengan marching drums-nya seolah panggilan perang akan dunia dan kultur kontemporer yang dipenuhi kepalsuan. “Distractus” yang juga adalah nomer terakhir dari mini album berisi lima lagu ini cukup menarik karena diakhiri dengan selipan sampler “Ghost Tape No. 10” dari “Operation Wandering Soul” – sebuah operasi psikologis berupa audio yang digunakan tentara Amerika Serikat dikala perang Vietnam untuk menimbulkan kengerian pada tentara Vietnam Utara akan hantu dan hal mistis mereka yakini -.

Dirilis terbatas dalam format cakram padat, kaset dan juga di Bandcamp, semoga Benghazi tak berlama-lama melepas rilisan susulan pasca mini album debutnya ini yang jelas wajib diantisipasi oleh penggemar band seperti Trash Talk, What Happens Next?, Nails dan Full of Hell atau sejenisnya. [FaridAmriansyah]

 

 

BENGHAZI “s/t’ EP

 

 


Posted at : Thu, 22 February 2018
Category : Review