ALBUM REVIEW: KALA – LITANY OF DISSONANT SOULS


KALA –  ‘LITANY OF DISSONANT SOULS

February 26th, 2019. Resting Hell Hellish Industry

Black metal

Penggemar musik keras lokal di tahun 2019 ini sekiranya boleh bersorak-sorai, pasalnya walau baru dua bulan tahun ini berjalan, rilisan-rilisan bagus dan berkualitas sudah banyak bermunculan, mulai dari Cloudburst, Disinfected, Suri hingga Kala, dengan debut album penuh nya yang bertajuk ’Litany of Dissonant Souls’. Band bentukan Arbja (Aryo Baskoro Jati) yang juga penggerak band mathcore lokal paling ngehe Spider’s Last Moment dan big boss salah satu records label paling nyentrik pada masa kejayaanya, Hellavilla Records (Hands Upon Salvation, Cranial Incisored) sebagai komposer utama dan juga diperkuat oleh Damag (Daniel Mardhany) di departemen vokal dan penulisan naskah lirik.
Dibentuk ditahun 2017, duo yang dibentuk di Jakarta ini tidak perlu waktu lama untung menghasilkan rekaman, faktanya dalam kurun waktu yang cukup singkat mereka sudah mengantongi sebuah EP dan
full-length album. Hal pertama yang menarik disimak dari album ini (selain tentunya artwork ciamik yang bercita rasa psychedelic dari Morgg) adalah pada bagian lirik baik judul dan kandungan teks ke delapan lagu di album ini menggunakan bahasa-bahasa kuno yang terinspirasi dari Sumerian dan Akkadian. Berisikan mantra-mantra sihir dari buku Simon Necronomicon, yang menggunakan basis dari fictional universe karya H.P Lovecraft dan mencocoklogikan dewa-dewa kuno dalam literatur Lovecraftian macam Cthulhu, Shub Shuggurath hingga Yog-Sothoth dengan mitologi dan ritual agama mesopotamia kuno.

Secara musikal KALA bermain dalam ranah Black metal yang lebih rumit dan teknikal dari Black metal tradisionil (atau bahasa zaman sekarangnya Dissonant Black metal), banyak mengambil pengaruh dari grup-grup macam Portal, Deathspell Omega, Dodecahedron, Misþyrming ataupun Thantifaxath. Bagi orang yang awam dengan musik-musik black metal sejenis yang dibawakan Damag dan Arbja ini memang akan sedikit sulit dicerna, dengan riff-riff atonal yang berseliweran disana-sini, belum lagi pemilihan notasi dan progresi kord yang bisa bikin geleng-geleng kepala dan tentunya birama yang sering kali melenceng dari 4/4, namun sayang nya isian drum-nya saya rasa masih sedikit kurang menarik, sedikit bland. belum bisa menyeimbangi keliaran permainan gitar dan aroma MIDI nya masih cukup ketara.

Sebagai album penuh pertama ‘Litany of Dissonant Souls’ bisa dibilang sudah cukup bagus, walau belum bisa lepas dari influence mereka dan membentuk karakter sendiri. Kala saya rasa sudah bisa diperhitungkan dalam scene lokal, karena berani tidak sekedar memainkan corak black metal yang itu-itu aja. Walaupun selanjutnya saya harap album berikutnya sudah diperkuat penggebuk drum manusia supaya komposisinya bisa lebih ganas lagi, dan tentunya semoga saja tidak hanya proyek sesaat bisa terus berjalan dan tidak menghilang ditengah jalan, karena album ini sukses menggaet rasa penasaran saya terhadap arah penulisan materi-materi berikutnya yang nantinya bakal ditulis. (Peanhead)

7.5 out of 10

Tracklist:

1. Alal

2. Barra Edinnazu

3. Ia Adu En I

4. Ekurbad

5. Gisbar Ba Gibbil Ba

6. Lalassu Kashshaptu

7. Mashu

8. Alak

 

Bandcamp: https://kala3.bandcamp.com/album/litany-of-dissonant-souls


Posted at : Wed, 27 March 2019
Category : Review