ALBUM REVIEW: KELELAWAR MALAM – JALAN GELAP


KELELAWAR MALAM

Jalan Gelap

(Lawless, 2017)

 

Melebur tema horor, sci-fi dan kengerian picisan ala B movies dengan musik adalah hal yang saya kenal dengan band seperti The Misfits dan The Cramps atau dari ranah psychobilly seperti Nekromantix, Demented Are Go dan The Meteors.Ada beberapa band di Indonesia yang juga melakukannya tapi yang paling signifikan mungkin adalah Kelelawar Malam; band yang membuat topik bahasan klenik, gaib dan mistis yang biasa dibahas majalah Misteri menjadi relevan dalam kultur populer.

Album debut ‘Kelelawar Malam’ berhasil mencuri perhatian publik dan menempatkan Kelelawar Malam dalam posisi elit ranah horror punk lokal nasional. Tujuh tahun lewat untuk kemudian mereka mempersembahkan album keduanya, ‘Jalan Gelap’. Tanpa berusaha membandingkan kedua album Kelelawar Malam tersebut, yang pasti secara produksi dan komposisi lagu dalam ‘Jalan Gelap’ terdengar lebih fokus dan rapi meramu elemen punk, hard rock, blues dan heavy metal dalam musiknya.Album dimulai dengan “Jalan Gelap”, kisah akan perjanjian ilmu hitam semacam pesugihan dan tenung yang menjerat pelakunya dalam pengabdian abadi pada kuasa kegelapan.“Desmondus Rotundus” nomer rancak yang berpotensi memancing sing along. Lagu “Setan Jalanan” bisa dibilang semacam ode untuk Ghost Rider.“Babylon” adalah nomer favorit dengan intro yang cantik lagu ini merambat pelan bernuansa psychobilly dan blues yang kelam, brilian. Lagu kencang “Horror Metal Punk” adalah sebuah kredo akan pilihan jalan musikal yang dipilih oleh Kelelawar Malam dengan penuh konsistensi. “Ordo Vampir” adalah instant classic di album ini, anthemik! “Sang Pembantai” dengan intro awalan yang terdengar ceria seperti George Michael “Faith” – dalam versi punk rock – seolah ada kegembiraan euforik dalam aksi psikotik pembunuhan yang dilakukan tokoh pembunuh dalam lagu itu, “kau adalah berikutnya..”. Berkisah akan sebuah stratovolkano yang memiliki banyak mitos, “Merapi” adalah nomer penutup yang membara di album ini, favorit!

Materi yang anthemik dan pastinya soundtrack untuk pengalaman yang menyenangkan bila ber-pogo bersama mahkluk gaib supranatural. Walau, sayangnya hanya ada delapan lagu didalamnya; yang mungkin sengaja hingga memaksa untuk mengulang putar kembali album ini dari awal. Sampul album dengan ilustrasi yang semacam ode untuk karakter dan sosok horor Indonesia juga dengan cantik menjadi catatan tersendiri dengan ilustrasi yang juga menemani tiap lagu yang melengkapi pengalaman fisikal menikmati album ‘Jalan Gelap’. Album ini kembali berhasil menunjukkan kelas dan prestise Kelelawar Malam di ranah horror punk Indonesia. Pecut!

[Farid Amriansyah]

 


Posted at : Wed, 24 January 2018
Category : Review