ALBUM REVIEW: LEFTY FISH – HELLO KITTIE’S SPANK


LEFTY FISH

Hello Kittie’s Spank

(Elephant Tatsumaki Recordings, 2018)

LEFTY FISH

Hello Kittie’s Spank

(Elephant Tatsumaki Recordings, 2018)

 

Kekacauan terkadang tidak selalu menjadi suatu hal yang negatif, kecacauan bias menjadi sejenis keindahan seperti yang dilakukan oleh band eksperimental asal Yogyakarta, Lefty Fish. Lefty Fish, adalah entitas musik yang langka dan unik di ranah music keras Indonesia yang jejak kegilaannya dimulai dengan ‘You, Fish!’ EP pada tahun 2015 lalu. Hal ini terutama eksperimentasi formulasi musiknya yang kompleks yang mencoba membangun jembatan antara free jazz dengan metal dalam kreasi musical mereka.

Dan, di tahun 2018 ini Lefty Fish kembali muncul dengan kesintingan baru yaitu album penuh debut yang berjudul‘Hello Kittie’s Spank’. Sensasi pertama yang muncul ketika saya memutar cakram padatnya adalah ketidaknyamanan; ketidaknyamanan menyenangkan yang memaksa saya keluar dari zona aman musical saya untuk bias menyelam ke dunia ‘Hello Kittie’s Spank’, yang jujur album ini melampaui ekspektasi saya yang memang menunggu rilisnya album itu. Disonansi nan keotik dalam melebur dua kutub musik yang berseberangan dengan proses eksekusi yang baik sehingga hasilnya jauh dari klise, dan materi di album ini sungguh mencengangkan.

Tiap materi di ‘Hello Kittie’s Spank’ memiliki sensasi tersendiri dengan lagu-lagu yang berdurasi pendek.Tapi singkat bukan berarti tak padat, semua instrumentasi dimampatkan saling mengisi dan melengkapi dengan aransemen yang matang dan tak terdengar basi. Elemen jazz-nya bila berdiri sendiri terdengar jelas dibawa oleh kibor – yang diemulasi bersuara seperti piano –dan juga terompet dan trombon, yang ketika menyatu dengan gitar ganas dan drums dengan pola tempo yang berubah-ubah dalam sekejap – dan juga poliritmik – disitu intensitas peleburannya terdengar, bukan hanya asal keotik, Lefty Fish tahu betul apa yang mereka lakukan. Dengan durasi total 21 menit ada 17 lagu dalam cakram padat ‘Hello Kittie’s Spank’ yang mana 4 lagu diantaranya adalah lagu yang sebelumnya dilepas di ‘You, Fish!’ EP yang direkam dan digubah ulang.

Dibalik keseriusan dan intensitas musiknya, secara lirikal hal yang diangkat cenderung sederhana bahkan mungkin bias dibilang remeh dari mulai soal digigit nyamuk, filosofi ikan yang berenang di laut, ponsel yang kehabisan batere, adu layangan, kucing yang lucu, menanam pohon hingga adiksi memencet bubble wrap. Dalam keseriusan butuh penyegaran, dan elemen guyon itu juga termaktub di track tersembunyi yang isinya hanya drum roll outro. Dan bila saya harus menyebutkan nama sebagai komparatif dari apa yang dilakukan oleh Lefty Fish di ‘Hello Kittie’s Spank’ mungkin yang terlintas di kepala saya adalah semacam berada diantara Naked City, Holy Molar, The Dillinger Escape Plan, Melt Banana dan Midori. Terlepas dari personilnya yang diisi oleh nama-nama yang juga terlibat antara lain di Cranial Incisored, Hepahestus, Udanwatu, Killed On Juarez, Deadly Weapon dan Aurette And The Polska Seeking Carnival, album Lefty Fish ‘Hello Kittie’s Spank’ ini layak dikoleksi bagi penggemar music keras lokal yang ingin memperkaya tabula rasa musikalnya karena apa yang dilakukan oleh Lefty Fish di albumnya itu bias dibilang groundbreaking dan menyegarkan; dan yang pasti soundtrack yang tepat untuk seri animasi Happy Tree Friends. [FaridAmriansyah]

 

 

 


Posted at : Wed, 18 April 2018
Category : Review