ALBUM REVIEW: SURI – WAHAM


February, 27th 2019. BlackAndje Records
Stoner rock/Doom metal

Membicarakan scene stoner rock/metal lokal saya rasa belum afdol rasanya bila tidak membahas pengaruh SURI, walaupun Komunal dan Seringai sudah terlebih dahulu memainkan musik metal dengan riff-riff berat dan kotor semenjak pertengahan 2000-an, namun saya rasa baru SURI yang benar-benar berhasil enkapsulasi sound Desert rock yang sarat pengaruh rock psikedelis lewat debut EP Kisah Kasih Lokalisasi. Puncaknya pada tahun 2012 dimana SURI melewati fase paling produktif-nya, dalam setahun menghasilkan album penuh ‘Mothology’, three-way-split dalam format piringan hitam 12 inch Bersama Sigmun yang merupakan salah satu jebolah scene stoner rock lokal paling menarik dan Jelaga yang sayangnya harus menghilang begitu saja ditengah jalan, lalu sebuah mini-album ’Space Rider’ yang menampilkan sisi trio yang digawangi Rito, Gans dan Drexx ini ke-ranah yang lebih keras tapi tetap eksploratif.
Walau masih tetap rajin mengisi panggung-panggung lokal. Butuh waktu yang tidak sedikit sampai akhirnya sesajian terbaru mereka akhirnya dirilis tahun ini, dan tak tanggung-tanggung bagi yang memang sudah menunggu materi terbaru grup asal Jakarta ini akan langsung dihajar dengan tiga buah Mini-album sekaligus yang di rangkum dalam ‘Waham’. Terpecah kedalam tiga babak (dan 3 dsic), ‘Delusional‘, ‘Paraphrenia‘, dan ‘Confabulation‘ dengan durasi hampir menyentuh setengah jam,. Masing-masing cakram padat menampilkan tiga karakter berbeda. Dalam ‘Delusional’ Suri menyajikan
empat lagu dengan gaya stoner rock tradisionil penuh riff-riff groovy yang mengajak bergoyang macam Kyuss, Fu Manchu sampai QoTSA, dua lagu andalan saya dalam babak ini adalah ’VGNSRS’ yang super catchy dan lagu berbahasa Indonesia ‘Lahar’ yang enerjik walau disayankan lagu lainya tidak se-eksplosif dua lagu diatas. Episode selanjutnya menampilkan sisi eksperimental dari Suri, dengan 3 buah materi instrumental yang dijamin mampu membawa pendengar menembus ke alam astral melalui ‘Lost’ dan ‘Indulge’ yang saya rasa banyak terpengaruh sound ala Earth, Boris, ataupun YOB, dan lagu pamungkas ‘Magnolia (Potion No, 30)’ yang mengawang-ngawang dan cenderung post-rock-ish.

Belum selsai kelojotan dibantai melalui eksplorasi di episode ‘Paraphrenia’, babak penutup ‘Confabulation’ langsung menendang ubun-ubun anda, karena materi dalam disc terakhir ini jauh lebih abrasif dan nge-sludge dari sebelumnya, dibuka dengan Policy dan Nausea yang merupakan rekaman ulang dari materi three-way-split mereka beberapa tahun silam (tentunya dengan kualitas produksi yang jauh lebih baik). Pendengar langsung di hajar dengan riff-riff berat dalam tempo lambat. Bahkan mendapuk Danial Mardhany (Deadsquad, Kala) untuk ikut mengisi vokal di beberapa trek, dengan materi yang tentunya lebih cadas dibanding lagu-lagu mereka terdahulu, bagi penyuka grup doom metal layaknya Sleep, Electric Wizard atau EyeHateGod dijamin bakal mengangguk-angguk dengan tiap lagu yang di pamerkan disini.
Jelas trilogi mini-album yang dikemas dalam ‘Waham’ merupakan proyek yang cukup ambisius dengan penggodokan materi dan rekaman yang konon hingga empat tahun lama-nya, memecah ego trio ini kedalam tiga buah karya yang memiliki karakter tersendiri sesuai preferensi musikal ketiga personil. walau tiap keping CD mempunyai style yang berbeda satu-sama lain saya raya ‘Waham’ masih bisa
dinikmati sebagai sebuah album secara utuh atau di oplos satu-satu pun sesuai selera juga tidak masalah mengingat baik ‘Delusional’, ‘Paraphrenia’ dan ‘Confabulation’ masing-masing punya kekuatanya sendiri dan punya kans besar untuk menggaet berbagai macam demografi pendengar dengan tiga buah karya yang sangat variatif, memberikan pilihan kepada pendengar untuk memilih sisi sana yang mereka gemari. (Peanhead)
8.4 out of 10
Bandcamp: https://suritheband.bandcamp.com/


Posted at : Tue, 26 February 2019
Category : Review