ALBUM REVIEW: WHILE SHE SLEEPS – SO WHAT?


WHILE SHE SLEEPS ‘SO WHAT?’
March 1st, 2019 (Spinefarm Records/Sleeps Brother)
Metalcore/Alternative metal

Tak perlu waktu yang lama sepertinya untuk WHILE SHE SLEEPS untuk mencetak follow-up dari album ‘You Are We’, yang merupakan pencapaian monumental dalam karir grup metalcore asal Sheffield, United Kingdom ini, walau sempat terlunta-lunta setelah keluar dari label Search and Destroy/Sony Music, pasalnya album kedua mereka ‘Brainwashed’ kurang mendapatkan apresiasi pasar walau secara kualitas materi tersebut merupakan salah satu karya paling beringas dan terbaik mereka saat itu. namun semangat quintet Lawrence ‘Lolz’ Taylor, Sean Long, Aaran McKenzie, Mat Welsh, dan Adam ‘Sav’ Savage tidak gampang dipatahkan, alih-alih membubarkan diri layaknya grup kebanyakan, mereka memutuskan
menggunakan platform crowdfunding PLEDGEMUSIC untuk membiayai album ketiga, dan dibantu dengan dukungan militan dan aksi geriliya tak henti para penggemar setia mereka untuk membangun hype, alhasil album tersebut berhasil nangkring di Top 10 UK Music Chart dengan penjualan yang cukup memuaskan untuk ukuran band DIY tanpa sokongan records label, dan berhasil membawa WHILE SHE SLEEPS bersama ARCHITECTS di posisi papan atas dalam scene musik modern metal/hardcore Britania Raya saat ini.

‘SO WHAT?’ melanjutkan pendekatan songwriting materi lagu yang lebih melodic dengan mempertimbangkan faktor marketabilitas sebagai kelanjutan konsep dari album ‘You Are We’, pengaruh nu-metal/alternative metal yang sudah terlebih dahulu diperkenalkan pada album tersebut melalui lagu seperti ‘Steal The Sun’ terdengar makin dominan, influence tersebut langsung terasa di lagu pertama sekaligus lead single ‘ANTI-SOCIAL’ dan lagu-lagu setelahnya, lalu mengikuti jejak rekan satu scene mereka. BRING ME THE HORIZON, WHILE SHE SLEEPS kali ini cukup banyak memasukan unsur-unsur electronica, walau belum seradikal Oliver Sykes cs yang langsung hijrah dari metalcore, tapi samples dan loops kekinian lumayan banyak berseliweran hampir disemua track. Dari sisi vokal, Lolz yang sebelum proses rekaman menjalani operasi pita suara yang ketiga kali, terdengar lebih banyak bernyanyi bersama kedua gitaris dibandingkan berteriak, gaya screaming yang digunakan juga berbeda dibanding sebelumnya, selain itu dosis riff nge-Thrash mahzab Dave Mustaine dalam aransemen terasa dikurangi secara signifikan, tapi gaya virtuostic dari sang lead guitarist Sean Long masih menyajikan banyak segmen
gitar yang cukup menarik disimak dan variatif, banyak mengakusisi teknik permainan entah itu dari indie rock, grunge hingga shoegaze, penggunaan gang sing-along dan koor juga makin banyak mengisi bagian chorus, yang saya rasa sengaja dirancang untuk memancing partisipasi penonton saat mereka membakar panggung.
Perubahan dalam kamus grup ini memang sudah tidak asing lagi, mulai dari mini-album ‘The North Stand For Nothing’, debut ‘This is The Six’ hingga sekarang, WHILE SHE SLEEPS selalu memberikan nuansa baru dan segar di tiap-tiap album yang mereka rilis, walaupun kali ini saya rasa eksperimentasi dan eksplorasi yang dipamerkan terkesan setengah matang. Dibandingkan materi-materi album sebelumnya ‘SO WHAT?’ lebih jinak dan terdengar tak se-eksplosif dahulu, memang masih ada sih lagu standar metalcore layaknya ‘Elephant’ dan ‘The Guilty Party’ tetap dapat ditemui, tapi mayoritas lagu seperti ‘Set Me Free’, ‘Haunt Me’, ‘Good Grief’ lebih terdengar layaknya THRICE atau RISE AGAINST dengan sedikit breakdown daripada AS I LAY DYING dan KILLSWITCH ENGAGE. Kekurangan paling mendasar dari album ini adalah alur tracklist yang bisa dibilang cukup berantakan, dan gaya penulisan lirik yang masih berkutat membahas tema sosial, politik, dan lingkungan, kadang terdengar cukup cringeworthy dan terkesan terlalu menceramahi. tapi jangan salah keberanian mereka untuk keluar dari pakem klise aliran metalcore/post-hardcore jebolan Vans Warped Tour perlu di apresiasi, apalagi setelah menonton dokumenter 40-menit penuh perjuangan mereka menghadapi kendala medis hingga masalah personal dalam proses penggarapan album. (Peanhed)
7.5 out of 10

 


Posted at : Wed, 29 May 2019
Category : Review