MOVIE REVIEW: CROPSEY (2009)


CROPSEY
Sutradara: Joshua Zeman & Barbara Brancaccio
USA (2009)

Review oleh Tremor

Cropsey adalah sebuah film dokumenter, yang ceritanya lebih horor dari film horor manapun karena apa yang diliput dalam film dokumenter ini adalah kejadian nyata. Film ini membahas tentang misteri hilangnya 5 anak keterbelakangan mental di daerah Staten Island, New York. USA, yang merupakan kampung halaman dari kedua sutradara, Joshua Zeman dan Barbara Brancaccio. Nama Cropsey sendiri sudah tidak asing bagi mereka berdua, karena Cropsey adalah karakter urban legend yang sangat mereka takuti sewaktu masih kecil. Diceritakan bahwa Cropsey adalah seorang gila yang kabur dari rumah sakit jiwa setempat dan memburu anak-anak kecil untuk dibunuh, disiksa dan lain sebagainya. Urban legend seperti ini umumnya dipakai anak kecil untuk saling menakut-nakuti antar teman, atau digunakan oleh para orang tua untuk menakut-nakuti anaknya agar tidak bermain terlalu jauh, misalnya ke hutan hingga larut malam. Setiap daerah pasti memiliki urban legend-nya sendiri, bahkan mungkin di indonesia sekalipun. Dan saya rasa saat kamu membaca kalimat ini, salah satu bagian dari otak kalian sedang berusaha mengingat urban legend apa yang pernah kalian dengar semasa kecil kalian.

Dalam pembuka film ini, beberapa penduduk Staten Island diwawancarai untuk berbagi memori masa kecil mereka mengenai siapa Cropsey menurut yang pernah mereka dengar sewaktu masih kecil. Ternyata apa yang mereka dengar cukup bervariatif. Cropsey tinggal di hutan, Cropsey tinggal di lorong-lorong bawah tanah di bawah bangunan bekas rumah sakit jiwa, Cropsey membawa kampak, Cropsey menggunakan kail besar sebagai tangannya, dan lain sebagainya. Tapi semuanya sepakat bahwa Cropsey adalah karakter jahat yang memata-matai anak kecil, menculik para anak kecil yang lengah, kemudian menyiksa dan bahkan membunuh.

Sebelum saya lanjutkan, saya perlu sedikit mengulas tentang latar belakang dari kawasan ini. Seperti yang diungkap di dalam film Cropsey, Staten Island pada masa itu (1980an) adalah tempat yang terisolasi dari kemajuan kota New York (NY). Pada saat itu bahkan belum dibangun jembatan penghubung dari kota NY yang penuh kesibukan dan kemajuan, dengan Staten Island. Kawasan ini dikenal sebagai kawasan pinggiran  yang terlupakan, sekaligus juga tempat pembuangan sampah bagi masyarakat modern di NY. Bukan hanya sampah yang mereka buang di Staten Island, namun juga manusia-manusia “bermasalah”: anak-anak yang cacat secara mental. Bangunan yang menjadi pusat dari urban legend Cropsey adalah Willowbrook State School, sebuah bangunan “sekolah” sekaligus rumah sakit yang dikhususkan bagi anak-anak cacat  mental. Namun, pada tahun 1972, seorang jurnalis asal NY bernama Geraldo Rivera dengan nekad mendatangi dan menyelinap ke dalam “sekolah” tersebut untuk membuat film dokumenter yang kemudian membuat semua orang shock dengan kenyataan bahwa kondisi di dalam Willowbrook State School tampak seperti mimpi buruk. (Kita bisa melihat sedikit cuplikan dari dokumenter yang dibuat oleh Rivera ini di dalam film Cropsey. Namun bagi kalian yang penasaran, saya juga menyertakan link dokumenter asli Geraldo Rivera (1972) di bawah review ini.)

Dalam dokumenternya yang berjudul “Willowbrook: The Last Great Disgrace“, Geraldo Rivera mengekspos bagaimana kondisi tempat ini yang sebenarnya, dimana kondisi anak-anak yang “dibuang” oleh masyarakat NY ke Willowbrook State School sangat mengenaskan, dan mengerikan. Mereka tidak terurus, kesehatan mental mereka tetap terganggu (atau bahkan semakin terganggu), dan populasinya pun melebihi daya tampung dari bangunan ini. Dalam hal kebersihan pun, sangat jauh dari higenis. Banyak anak-anak tertidur dengan kotoran mereka sendiri. Sebagian anak-anak juga tumbuh dewasa di dalam bangunan ini, tidak tertolong. Footage Geraldo sendiri sudah memperlihatkan suatu hal yang horor. Dokumenter tersebut menjadi kontroversi, dan mata publik mulai terbuka, hingga Willowbrook State School kemudian ditutup secara resmi. Akhirnya banyak “pasien” yang kemudian tertinggal dan menjadi tunawisma, tak terurus, tak memiliki tempat untuk pergi, dan mulai tinggal keluyuran di dalam kawasan hutan di sekitar bangunan itu berada. Rumor juga mengatakan sebagian besar dari mereka yang pergi, akhirnya kembali ke Staten Island untuk tinggal di dalam bangunan bekas Willowbrook State School, dan di dalam lorong-lorong bawah tanahnya. Mengerikan. Dari sinilah legenda Cropsey lahir.

Kembali ke fokus utama film dokumenter Cropsey, suatu hari, seorang anak dengan down syndrome bernama Jennifer Schweiger, hilang secara misterius pada tahun 1987. Pencarian pun mulai dilakukan baik oleh polisi maupun oleh masyarakat yang secara swadaya bergantian menyisir tempat-tempat yang diduga tempat menghilangnya Jennifer, termasuk di dalam hutan, namun tak membuahkan hasil. Apa yang kemudian polisi temukan di dalam hutan Greenbelt (di sekitar bekas bangunan Willowbrook State School) adalah sebuah tenda semi-permanen yang entah sudah berapa lama dihuni oleh seorang pria bernama Andre Rand. Rupanya Andre Rand adalah bekas petugas di Willowbrook State School. Akhirnya Andre-pun ditangkap dengan tuduhan menculik dan membunuh Jennifer Schweiger, dan penduduk Staten Island mulai menyebutnya sebagai Cropsey, sang urban legend yang mereka takuti di masa kecil mereka. Andre ternyata memiliki track-record yang buruk, ia pernah dipenjara pada tahun 1969 dengan tuduhan percobaan perkosaan atas gadis di bawah umur. Track-record inilah yang membuat penduduk Staten Island semakin yakin bahwa Andre adalah penculik dan pembunuh Jennifer. Namun pengadilan gagal menghadirkan bukti bahwa Andre adalah pelaku pembunuhan, sementara satu-satunya bukti yang membuat ia dipenjara sebagai penculik anakpun hanya berdasarkan pengakuan saksi mata, yang di mata hukum dianggap tidak terlalu kuat. Tapi Andre tetap dijatuhi hukuman penjara dengan tuduhan penculikan (bukan pembunuhan). Penduduk Staten Island tetap tidak puas dengan keputusan tersebut karena penangkapan Andre tidak serta merta melahirkan informasi mengenai dimana jasad Jennifer Schweiger berada. Andre tetap tidak mengakui bahwa ia melakukan semua hal yang dituduhkan masyarakat padanya. Selepas Andre ditangkap, keluarga dan sebagian penduduk Staten Island masih melakukan pencarian, menyisir daerah-daerah yang belum mereka sisir, demi menemukan jasad Jennifer Schweiger, hingga suatu hari salah satu penduduk secara tidak sengaja menemukan gundukan tanah yang lembek tak jauh dari tenda semi-permanen Andre. Jasad Jennifer Schweiger akhirnya ditemukan.

Ditangkapnya Andre Rand dan ditemukannya jasad Jennifer Schweiger kemudian membuat dibukanya kembali beberapa kasus lama yang sebelumnya tidak pernah terpecahkan. Masyarakat mulai menghubungkan Andre Rand dengan kasus hilangnya beberapa anak di masa sebelum kasus Jennifer Schweiger. Dalam rentang 15 tahun sebelum kasus Jennifer Schweiger, ternyata sudah ada 4 anak yang hilang: Alice Pereira (umur 5 tahun, hilang tahun 1972), Holly Ann Hughes (umur 7 tahun, hilang tahun 1981), Tiahease Jackson (umur 11 tahun, hilang tahun 1983), Hank Gafforio (umur 22 tahun, hilang tahun 1984). Dan kesemua anak yang hilang tersebut adalah anak-anak dengan keterbelakangan mental, dan jasad mereka belum ditemukan hingga hari ini. Penduduk pun menuntut agar Andre disidang ulang untuk kesemua kasus tersebut, namun tetap tidak ada bukti kuat yang bisa menghukum Andre. Setelah polisi mengumpulkan cukup saksi mata untuk kasus hilangnya Holly Ann Hughes, pada tahun 2004 Andre diadili lagi, namun lagi-lagi ia hanya bisa dihukum sebagai penculik anak, dan mendapatkan tambahan hukuman sebanyak 25 tahun penjara. Andre tetap bungkam dan tidak mengakui bahwa ia adalah pelaku dari semua penculikan (dan pembunuhan) tersebut.

Di lain sisi, ditemukannya jasad Jennifer Schweiger kemudian menimbulkan sedikit harapan bagi keluarga keempat anak lainnya, harapan agar jasad anak-anak merekapun dapat ditemukan. Hingga film dokumenter Cropsey dibuat, beberapa anggota komunitas di Staten Island masih melakukan pencarian secara berkala dengan harapan minimal jasad anak-anak mereka bisa ditemukan.

Hal yang menarik, dan cukup mengganggu, dari dokumenter Cropsey adalah pada akhirnya, tidak ada kepastian mengenai siapa sebenarnya Andre Rand, dan apakah benar ia adalah pelaku dari semua penculikan dan pembunuhan anak-anak tersebut. Berbagai teori bermunculan, salah satunya adalah apakah Andre yang memiliki track-record buruk hanyalah korban kambing hitam hukum agar masyarakat Staten Island bisa hidup dengan lebih tenang? Saya pribadi merasa tidak nyaman dengan teori ini. Kalau teori tersebut benar, tentu saja pelaku sebenarnya masih berkeliaran dengan bebas dan mungkin diam-diam masih memperhatikan anak-anak kecil dengan keterbelakangan mental sedang bermain di jalanan Staten Island. Mengerikan. Saya sedikit berharap bahwa Andre Rand benar-benar melakukan semua tuduhan tersebut, walaupun tidak cukup bukti. Bahkan muncul teori lain tentang Andre sebenarnya menjual anak-anak tersebut ke sebuah sekte pemuja setan untuk ritual pengorbanan, sementara teori lain mengatakan bahwa Andre tidak melakukan semua itu seorang diri. Misteri melahirkan lebih banyak lagi rumor dan misteri yang semakin sulit untuk dihubungkan dan dipecahkan.

Hingga hari ini, Andre Rand masih hidup di dalam penjara, dan penduduk Staten Island berharap ia tetap hidup di balik jeruji hingga meninggal. Sedikit trivia, di dalam dunia hiburan, khususnya industri film horror, Andre Rand menjadi inspirasi khusus yang melahirkan film slasher berjudul The Burning (1981) dan Madman (1982).

Dokumenter asli “Willowbrook: The Last Great Disgrace” oleh Geraldo Rivera:

 

 

Trailer Cropsey:

 

 

Untuk berdiskusi lebih lanjut soal film ini, silahkan kontak Tremor di email: makanmayat@yahoo.com

 

 

 


Posted at : Thu, 11 January 2018
Category : Review