MOVIE REVIEW: MARSHLAND (2014)


MARSHLAND (A.K.A. La Isla Mínima)
Sutradara: Alberto Rodríguez
Spanyol (2014)

Review oleh Tremor

Marshland yang dalam bahasa aslinya (Spanyol) berjudul La isla mínima adalah sebuah film detektif thriller/misteri garapan seorang sutradara yang cukup asing bagi saya, Alberto Rodríguez. Saya pribadi cukup menggemari cerita-cerita misteri yang berhubungan dengan investigasi, pembunuhan, detektif, sejak saya kecil. Maka tidak ada salahnya saya tulis reviewnya disini.

Kisah ini terjadi sekitar tahun 1980-an dimana Spanyol baru saja berubah menjadi negara demokrasi setelah selama 35 tahun (1938-1973) sebelumnya berada di bawah kekuasaan fasisme yang dipimpin oleh diktator bernama Francisco Franco, yang kemudian meninggal pada tahun 1975. Pedro dan Juan, sepasang rekan detektif khusus kasus pembunuhan asal Madrid dikirim ke sebuah desa di pedalaman selatan Spanyol untuk melakukan penyelidikan mengenai hilangnya sepasang adik-kakak perempuan. Mereka bukanlah partner yang serasi, tetapi demi mengemban tugas, mereka berdua harus menyingkirkan segala perbedaan dan fokus dalam bekerja. Pedro adalah stereotip “polisi baik” sayap kiri yang berusaha untuk bekerja sesuai prosedur, sementara Juan adalah polisi tua yang sudah bertugas sejak masa korup di bawah kediktatoran Franco. Ia terbiasa melakukan pekerjaannya dengan seenaknya, sesuai keinginannya, penuh kekerasan. Pedro adalah orang yang kritis, menyukai perubahan politik dan membenci kekuasaan Franco, sementara kelihatannya Juan tidak terlalu peduli. Tapi tentu saja Juan punya masa lalu kelamnya sendiri. Sebagai gambaran, itu adalah satu dari beberapa perbedaan prinsipal antara mereka berdua yang membuat mereka berdua tampak tidak akur. Lagipula ternyata kondisi politik Spanyol pada masa tersebut adalah detail yang cukup penting dalam film ini.

Setibanya di desa tersebut, mereka berdua mulai menyelidiki hilangnya Carmen dan Estrella, sepasang gadis adik-kakak yang masih di bawah umur, hilang tanpa kabar, hingga akhirnya mayat kedua remaja tersebut ditemukan di rawa-rawa dengan kondisi yang sangat mengenaskan. Dari hasil otopsi, diketahui bahwa sebelum dibunuh, kedua gadis tersebut telah disiksa dan diperkosa terlebih dahulu. Bahkan salah satu dari mereka dipotong kakinya. Dari sinilah Pedro dan Juan semakin mekesampingkan perbedaan mereka dan mulai menyelidiki siapa pembunuh Carmen dan Estrella.

Layaknya film bertema investigasi dan misteri, sedikit demi sedikit kebenaran mulai terungkap. Carmen dan Estrella ternyata bukan satu-satunya anak perempuan yang pernah hilang dari desa tersebut. Kesemua gadis yang pernah hilang juga masih di bawah umur, dan selalu diasumsikan kabur ke kota untuk bekerja. Dalam beberapa momen di film ini, kita memang diperlihatkan bagaimana beberapa orang tua menginginkan anak-anak mereka untuk pergi ke kota agar menjadi lebih sukses, karena desa tersebut dianggap bukan tempat yang baik untuk hidup. Beberapa teman sekolah Carmen dan Estrella pun mengaku ingin pergi meninggalkan desa tersebut. Dan selama ini, sang pembunuh berkeliaran dengan bebasnya, sementara para orang tua hanya bisa diam. Mungkin karena polisi setempatpun tidak melakukan apa-apa selain memakan gaji butanya sebelum perubahan politik terjadi di Spanyol. Dan saat sang diktator berkuasa, mungkin mengkritisi aparat justru tidak akan mendatangkan hal yang baik untuk para penduduk desa.

Investigasi terus berjalan untuk mencari sang pembunuh berantai, namun Juan dan Pedro dihadapi dengan beberapa masalah baru. Salah satunya adalah pihak otoritas dan polisi setempat yang kelihatannya masih korup dan tidak terlalu membantu penyelidikan. Bahkan salah satu kepala polisi di desa itupun memperumit penyelidikan dengan cara melindungi beberapa nama penting di area tersebut.

Secara visual, film inipun digarap sangat baik dan indah. Sinematografi dari film ini sangat layak diberi penghargaan. Sejak film dimulai kita sudah diberi pemandangan pinggiran spanyol yang di-shot dari atas. Sangat indah. Dan jelas, semua shot sepanjang film ini sangat mempengaruhi bagaimana mood film ini. Tempo dan bagaimana struktur plotnya dibangun pun terasa cukup sempurna.

Selain itu, dengan latar era paska kediktatoran Franco, membuat plot dan setting film ini menjadi lebih menarik. Bayangkan saja, dalam semalam Spanyol berubah haluan dari fasisme ke demokrasi. Perubahan secepat itu tentu bukan berarti semua orang siap dengan perubahan. Dan dalam konteks film ini, sangat menarik untuk melihat bagaimana kendala dalam menyelidiki kasus pembunuhan ini justru datang dari perilaku penduduk desa tersebut. Saya bisa bayangkan bagaimana mereka terbiasa untuk diam dan takut untuk berbicara selama masa kediktatoran Franco. Belum lagi pihak otoritas setempat yang masih serasa hidup di era Franco. Rupanya kebiasaan lama sulit hilang. Franco memang sudah mati, tetapi dampak dari kekuasaannya masih terasa. Mungkin sepintas mirip dengan di Indonesia setelah Soeharto turun dari jabatannya.

Film bertema polisi yang memburu pembunuh berantai memang selalu menarik untuk disimak. Misteri untuk diungkap, teka-teki yang sedikit demi sedikit terjawab, ditambah dengan bumbu kejar-kejaran, dan lain-lain. Sudah lama saya tidak menonton film bertema investigasi kejahatan seperti ini, dan pilihan saya sepertinya cukup tepat dan menyegarkan.

 

 

Untuk berdiskusi lebih lanjut soal film ini, silahkan kontak Tremor di email: makanmayat@yahoo.com

 


Posted at : Fri, 22 December 2017
Category : Review