MOVIE REVIEW: SLEEP TIGHT (2011)


SLEEP TIGHT
Sutradara: Jaume Balagueró
Spanyol (2011)

Review oleh Tremor

Sleep Tight yang dalam bahasa aslinya berjudul Mientras Duermes, adalah sebuah film psychological thriller asal Spanyol. Film ini disutradarai oleh Jaume Balagueró, seorang sutradara yang namanya mulai dikenal secara internasional sejak film horror [REC] yang ia buat bersama Paco Plaza. Film ini bisa saya kategorikan ke dalam subgenre horror/thriller: home-invasion, yaitu film horor yang menggunakan elemen rasa takut akan orang asing yang secara paksa atau diam-diam masuk ke tempat tinggal kita. Ketakutan seperti itu sangat mendasar dan umum, apalagi kalau orang asing tersebut adalah orang gila. Oleh karena itu biasanya film seperti ini justru bisa jauh lebih menyeramkan dibandingkan film horor bertema hantu, karena psikopat dan home-invasion jauh lebih nyata dan dapat terjadi pada siapa saja, kapan saja. Itulah kenapa tanpa perlu adanya sosok gaib dan monster, Sleep Tight bisa dibilang cukup menyeramkan. Tapi apa yang membedakan Sleep Tight dari film home-invasion lainnya adalah, film ini menggunakan sudut pandang sang psikopat itu sendiri.

Karakter utama dari Sleep Tight adalah seorang pria botak bernama Cesar. Cesar yang berwajah sangat baik dan murah senyum ini bekerja sebagai penjaga lobi di sebuah apartemen kecil. Pada awal film, karakter Cesar digambarkan sebagai seorang pekerja keras yang ramah dan sangat sopan. Ia bangun sangat pagi, di samping seorang perempuan (yang pada awalnya penonton akan asumsikan sebagai istrinya) yang masih tertidur lelap, pergi bekerja, dan siap melayani para penghuni gedung. Cesar menyapa para penghuni yang melewati lobby, membukakan pintu lift, menyortir surat dan koran, hingga mendengar keluh kesah dari para penghuni. Hingga kita diperkenalkan dengan karakter lain dalam film ini, perempuan yang di awal film terlihat masih tertidur lelap saat Cesar bangun pagi. Ia adalah Clara, seorang perempuan muda periang yang atraktif. Ia selalu tersenyum setiap kali bertemu Cesar di lobby saat hendak berangkat kerja. Ya, Clara adalah salah satu penghuni gedung apartemen dan ia tidak pernah mengetahui bahwa Cesar tidur di sampingnya setiap malam. Bayangkan betapa mengerikannya ide itu.

Keramah-tamahan dan kesopanan Cesar adalah topeng yang menutupi sisi gelapnya. Karena pekerjaannya sebagai penjaga sekaligus pengurus gedung apartemen, Cesar memiliki akses ke semua kamar di gedung tersebut, dan Cesar hafal betul jadwal setiap penghuni. Setiap malam sebelum Clara pulang dari kerjanya, Cesar menyelinap ke dalam apartemen Clara dan bersembunyi di kolong kasur Clara. Ia menunggu dengan sabar hingga Clara pulang dan tidur. Saat Clara sudah pulaslah Cesar mulai beraksi, membius Clara dengan kloroform, lalu tidur di sampingnya hingga pagi. Setidaknya itulah yang bisa saya beberkan untuk sekarang. Dan itu hanyalah sebuah permulaan dari film ini.

Kembali pada karakter Cesar, dalam benak hatinya yang terdalam ia percaya dan meyakinkan dirinya bahwa ia dilahirkan dengan sebuah kecacatan: tidak mampu merasakan rasa bahagia. Sejak “menyadari” hal tersebut, Cesar memiliki misi besar dalam hidupnya, yaitu membuat orang-orang di sekitarnya turut tidak bahagia. Berbicara mengenai kesopansantunan Cesar sebagai sebuah topeng, Clara pun memiliki topengnya sendiri. Apapun yang terjadi, Clara selalu penuh senyum dan berjalan dengan ceria setiap kali bertemu Cesar di lobi. Dari hari ke hari, Cesar semakin berambisi untuk menghapus keceriaan dari wajah Clara, dan apapun yang Cesar lakukan pada Clara dalam film ini bukan karena ia menyukai Clara, tapi justru sebaliknya. Ia menjadikan Clara sebagai tantangan terbesarnya dan memfokuskan seluruh kebenciannya pada Clara.

Pada dasarnya, saya bisa katakan bahwa Cesar adalah karakter yang sangat cerdas dan pintar. Apresiasi tertinggi saya tunjukkan pada aktor Luis Tosar yang memerankan Cesar dengan maksimal. Ia adalah bintang sesungguhnya dalam Sleep Tight. Dan apa yang membuat film ini lebih menarik lagi adalah, seperti sudah saya tulis di atas, bahwa film ini mengambil sudut pandang dari Cesar itu sendiri. Jadi kita sebagai penonton seakan mengikuti kehidupan gelapnya, memahami segala bentuk manipulasinya, dan tidak menutup kemungkinan bahwa akan ada penonton yang merasa simpati pada karakter Cesar. Saya hanya berharap tidak akan ada penonton yang terinspirasi oleh Cesar, karena hal yang ia lakukan sungguh sangat menyeramkan.

Saya tidak ingin membeberkan lebih banyak spoiler. Selain apa yang sudah saya tuliskan secara singkat tadi, akan ada lebih banyak hal yang terjadi sepanjang film, ditambah beberapa memorable scene. Dan pada akhirnya mungkin perasaan sebagian penonton akan dibuat campur aduk. Saya tidak bisa membayangkan seandainya ada film Indonesia yang memiliki ending seperti Sleep Tight, mungkin film tersebut sudah dihujani berbagai kritik pedas karena alasan moral.

Apa yang menyeramkan dari film ini adalah, kita tidak pernah tahu apa yang ada di dalam kepala setiap orang. Kita tidak bisa membedakan orang sinting hanya dari perilaku sehari-harinya di depan umum. Cesar yang sangat cerdas sekaligus sinting berperilaku sangat sopan, dan Clara yang semakin hari makin tidak bahagia, selalu tampil ceria di muka umum. Pesan yang sangat kuat dari Sleep Tight adalah, bagaimana ekspresi wajah seseorang belum tentu mencerminkan kepribadian aslinya.

Film yang sangat kuat pengaruh Alfred Hitchcock-nya ini cukup disturbing pada tataran ide, dan cukup menegangkan, menjadikannya sebagai sebuah film psychological thriller murni. Di sisi lain, ide dalam film ini cukup membuat kalian memeriksa kembali kunci pintu rumah kalian, terutama kalau kalian tinggal seorang diri.

 

 

Untuk berdiskusi lebih lanjut soal film ini, silahkan kontak Tremor di email: makanmayat138@gmail.com

 

 

 


Posted at : Thu, 22 February 2018
Category : Review