ALBUM REVIEW: SUNN O))) – LIFE METAL


SUNN O))) ‘Life Metal’

Southern Lord Records. April 13th, 2019

Drone Doom/Dark Ambient

Sudah dua puluh tahun duet Power ambient Stephen O’Malley dan Greg Anderson dengan moniker terinspriasi brand ampli/speaker SUNN O))) menggempur gendang telinga para Doommaniacs dengan merek Drone Doom yang mereka usung, duo yang terinspirasi ‘Extra-Capsular Extraction’ dan ‘Earth 2: Special Low Frequency Version ‘ dari proyek Dylan Carlson yaitu EARTH, menjadi poster boy aliran ini sejak ‘The Grimrobes Demos’ dilepas pada tahun 1999, mengantongi beberapa karya critically acclaimed media arus utama ataupun sdiestream seperti ’White1 ’/’White2 ’ (2003/2004), ’Black One’ (2005), plus ‘Altar’ kolaborasi mereka dengan grup experimental doom metal asal Jepang, BORIS. Namun sepertinya setelah ‘Monoliths & Dimensions’ di 2009, yang merupakan full-length paling ambisius Stephen O’Malley dan Greg Anderson pernah kerjakan sampai saat itu, output SUNN O))) setelahnya terasa terdengar hanya biasa-biasa aja.
‘Terrestrials’ hasil kolaborasi ULVER terasa setengah matang, begitu pula dengan ‘Soused’ bersama musisi gaek Scott Walker, album ketujuh ‘Kannon’ juga terdengar seperti sebuah karya dari grup yang hidup segan matipun tak mau. Walaupun semua karakteristik dari grup ini tetap ada, tetapi lagu-lagu yang tertuang seperti kehabisan ide, tidak mampu mencapai level ”Alice”, ”Big Church”, dan “It Took The Night to Believe”, hal tersebut juga seiring dengan makin lesu nya Southern Lord Records, yang sempat jadi records label paling berbahaya dekade 2000’an, pelan-pelan ditinggal line-up berbahayanya, menyisakan SUNN O))), POWER TRIP, PELICAN dan DARKEST HOUR untuk mempertahankan pamor label ini.

Dirilis kepasaran bertepatan dengan perayaan tahunan Records Store Day, ‘Life Metal’ bisa dibilang sebuah momen penyegaran kembali SUNN O))), dibandingkan semua rilisan mereka selama satu dekade terakhir yang penuh eksperimentasi dan kolaborasi, album kedelapan ini terdengar lebih stripped-down. Apabila pada ‘Monoliths & Dimensions’ dipenuhi musisi tamu mulai dari Attila Csihar (MAYHEM, TORMENTOR), Oren Armbarchi, Dylan Carlson hingga komposer Eyvind Kang, berisikan komposisi lagu yang megah lengkap dengan orchestra dan koir, empat buah lagu yang di rekam di album ini jelas lebih back to the basics dan lebih fokus mengedepankan timbre dan tekstur kedua pemain gitar yang kali ini dibantu bassist tamu Tim Midyett, Tos Nieuwenhuizen (Moog synthesizer) lalu Anthony Pateras (Pipe organ), lagu ‘Between Slepnir’s Breaths’ merupakan lagu semata wayang yang berisi vokal dari session cellist Hildur Guðnadóttir.

Stephen O’Malley dan Greg Anderson kali ini meminjam tenaga produser bertangan dingin, Steve Albini (NEUROSIS, NIRVANA) untuk merekam dan mengerjakan mixing plus mastering album yang direkam penuh secara analog, keputusan untuk full analog saya rasa sangat penting, ‘Life Metal’ terdengar sangat penuh dan nyaman ditelinga, Steve Albini sukses menangkap energi aksi panggung SUNN O))) kedalam satu jam materi yang ada tanpa ada manipulasi digital untuk menciptakan wall of sound. Komposisi ‘Life Metal’ juga termasuk cukup kompleks dan tak repetitive sama sekali untuk ukuran sebuah album drone doom berdurasi satu jam lebih, memang tidak sevariatif/multi-layered beberapa album sebelumnya. Sesuai dengan tajuk albumnya, ‘Life Metal’ merupakan album yang penuh kehidupan, penuh warna, terasa lebih segar namun tetap familiar. tidak banyak grup musik yang bisa menyentuh fase baru setelah dua dekade, dan SUNN O))) telah berhasil disini, menjadikan album kembaranya ‘Pyroclasts’ yang kata empunya lebih meditative, cukup bikin penasaran untuk ditunggu. Jadi tunggu apalagi segera masukan ‘Life Metal’ dalam rak koleksi lalu setel dengan volume maksimum, dan rasakan getaran yang mampu menggetarkan bulu kuduk hingga dinding-dinding ruangan kalian. (Peanhead)

9.0 out of 10

 


Posted at : Tue, 13 August 2019
Category : Review